KEFIR UNTUK GAGAL GINJAL

Kamis, 04 Januari 2018
KEFIR UNTUK GAGAL GINJAL

Kefir dan gagal ginjal

ANDANG KASRIADI, 20 APRIL 2016

Disalin ulang dari tulisan Adi Kumbara

 

Gagal ginjal berujung pada cuci darah yang makin lama makin sering. Ini artinya proses mempertahankan kondisi ginjal tidak berjalan, apalagi memperbaiki kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal seringkali tidak terdeteksi dari awal. Dengan fungsi ginjal 30% seringkali penderita belum merasakan apa-apa. Cuci darah dimulai setelah fungsi ginjal tinggal 10%. Dan bila harus cuci darah dua kali seminggu, berarti fungsi ginjal sudah kurang dari 5%, atau memasuki tahap akhir gagal ginjal.

Secara medis, bila sudah mencapai tahap akhir, hanya ada dua pilihan, yaitu terus menerus cuci darah (seminggu dua kali dengan diet ketat), atau transplantasi ginjal, yang risikonya juga cukup tinggi, dan tentu saja mahal.

Ada "tawaran" unuk terapi alternatif yang kalau ditelaah menggunakan dua pendekatan, yaitu membantu proses pembersihan darah dengan zat tertentu (yang identifikasi proses kerjanya sering tidak diketahui) atau denga memaksa fungsi ginjal yang terbatas dipekerjakan habis-habisan. Dalam jangka pendek ini memberikan tampilah yang "menggembirakaan", namun beberapa waktu kemudian kondisi ginjal menjadi tambah parah, dan kembali ke cuci darah.

Dalam terapi dengan Kefir, prinsip dasarnya adalah meregenerasi sel yang rusak, dengan harapan fungsi ginjal bisa meningkat menjadi 30% atau lebih, sehingga cuci darah tidak diperlukan.

Jadi kata kuncinya adalah : regenerasi sel.

Regenerasi sel hanya bisa terjadi bila sel menerima nutrisi yang memadai, terdapat faktor pertumbuhan (growth factor), dan metabolisme bisa berlangsung dengan baik.

Nutrisi terbaik ada pada Kefir Prima dan Kefir Kolostrum, sedangkan growth faktor ada pada Kefir Kolostrum. Kondisi metabolisme terbaik adalah sesaat setelah cuci darah.

Jadi strategi penyembuhan adalah sebagai berikut:

1.      Setelah cuci darah minum Kefir Prima dan Kefir Kolostrum masing-masing 50cc, kalau tidak ada Kefir Kolostrum, Kefir Prima/Optima 3 x 150 cc, tiga kali sehari, besoknya dikurangi setengahnya, dan besoknya lagi setengahnya. Hari keempat stop, karena sudah harus cuci darah. Bisa terjadi awalnya cuci darah malah dibutuhkan lebih cepat, karena bagaimanapun juga, proses perbaikan sel ini meningkatkan terjadinya bahan buangan yang harus dikeluarkan melalui cuci darah.

2.      Amati setelah empat sampai enam siklus, apakah kemudian kondisi tubuh menjadi lebih baik, sehingga secara bertahap perioda cuci darah bisa diperpanjang. Juga perioda konsumsi Kefir juga bisa diperpanjang.

3.      Bila setelah enam siklus (sekitar 3 minggu), sama sekali tidak ada penambahan waktu antar cuci darah, ini berarti ginjal fungsinya sudah 0%, dan biasanya juga sudah menciut. Pada situasi ini volume air seni juga sudah sangat kecil. Transplantasi ginjal adalah solusi satu-satunya.

Tapi apapun kondisi kita, nutrisi yang baik, secara keseluruhan akan meningkatkan kualitas organ kita. Mungkin ginjal sudah tidak terselamatkan, namun organ lain yang tadinya rusak, namun masih bisa diregenerasi akan berfungsi lebih baik. Kefir tidak memilih-milih mana yang harus diperbaiki, semua kerusakan akan diperbaiki secara simultan.

Catatan: Porsi awal 50cc Prima + 50cc Kolostrum hanya ancer-ancer. Kalau setelah minum terasa efek detoksufikasi (healing effect) yang terlalu berat, kurangi menjadi setengahnya.

Ada metoda pengobatan alternafif yang berani menjanjikan sembuh total dalam 3 hari. Ini perlu disikapi dengan hati-hati, karena seringkali tawaran ini tidak disertai dengan argumentasi medis yang memadai, dan pada akhirnya mempercepat ginjal rusak total.

Semoga bermanfaat. Salam sehat bersama Kefir.

(Adi Kumbara)



  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar