KEFIR UNTUK GAGAL GINJAL

Senin, 09 Desember 2019
KEFIR UNTUK GAGAL GINJAL

Akhiri Gagal Ginjal

Sumber : Majalah Trubus online
Filed in MajalahObat tradisional by admin trubus on 04/01/2019

Kefir menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan.

Konsumsi herbal dan kefir membantu memulihkan fungsi ginjal.

Semula tangkas dan aktif bergerak, lalu Adhie Lam harus terduduk di kursi roda. Sekadar tidur telentang saja, ia tidak sanggup. Itulah sebabnya, jika mampu terlelap sejam saja Adhie sangat bersyukur. Kondisi itu mendorong keluarga membawa Adhie ke dokter. Setelah memeriksa, dokter mendiagnosis Adhie Lam menderita gagal ginjal.

Kondisi kesehatan Adhie Lam terus membaik setelah mengonsumsi herbal dan kefir.

Organ ginjal tubuh pria berusia 46 tahun itu tidak lagi berfungsi. Berdasarkan hasil laboratorium, kadar protein dalam urine lebih dari 300 mg. Padahal, kadar protein dalam urine maksimal 150 mg. Menurut dokter ginjalnya sudah tidak lagi berfungsi. Salah satu pencetusnya adalah batu ginjal. Menurut dr. Hery Tiera, Sp.U di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta batu ginjal adalah akibat adanya padatan yang menghambat saluran urine.

Padatan itu mengandung kalsium, oksalat, dan asam urat. Hery Tiera mengatakan, padatan terjadi karena endapan zat kalsium, oksalat, dan fosfat. Penyakit itu lebih banyak menyerang kaum pria karena perbedaan hormon yang mampu menghambat pertumbuhan batu ginjal serta aktivitas yang berbeda. Gejala penyakit batu ginjal antara lain merasakan nyeri di area pinggang dan terdapat darah dalam urine yang dikeluarkan ketika buang air kecil.

Terapi kombinasi

Gangguan kesehatan itu dalam jangka panjang itu memicu gagal ginjal. Menurut dokter Hery Tiera gagal ginjal akibat batu ginjal terjadi ketika batu telah menyumbat ginjal kanan dan kiri. Untuk mengatasi gagal ginjal itu, dokter di sebuah rumah sakit di Provinsi Lampung tempat Adhie berkonsultasi menyarankan operasi. Lazimnya dokter akan melakukan cuci darah untuk mengatasi gagal ginjal.

Namun, Adhie Lam memilih pulang karena keterbatasan biaya operasi. Ia tak patah semangat, ia mulai kembali ke kehidupan yang lebih baik. Ia kembali mengatur pola makan. Selain itu ia juga menjalani terapi bekam untuk memulihkan kesehatannya. Ia menjalani terapi bekam setiap 4 hari selama 3 bulan. Bekam merupakan pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia.

Setelah menjalani terapi itu Adhie merasa tubuhnya lebih bugar. Selain itu Adhie memutuskan untuk berdiam di pondok pesantren pada 2015. Tujuannya ingin mendapatkan penyembuhan secara spiritual. Adhie Lam juga mengonsumsi rebusan herbal, yakni akar alang-alang, kumis kucing, daun ceri, daun sirsak, dan daun belimbing wuluh. Kurang lebih segenggam masing-masing herbal itu direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih.

Teddy Cahya, produsen kefir asal Kota Cimahi, Jawa Barat.

Menurut Adhie efek konsumsi herbal adalah tubuhnya terasa kian hari kian bugar. Namun, kesehatannya belum berangsur pulih. Adhie tiba-tiba kembali teringat pada kefir. Pria 46 tahun itu pun mengonsumsi 150—200 ml kefir. Meski demikian ia tidak meninggalkan konsumsi herbal.

Ia menambahkan 2 sendok madu, mengaduk rata, dan meminum kefir. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari. Menurut Adhie kefir harus dikonsumsi sebelum makan atau ketika perut kosong agar tubuh menyerap lebih optimal. Jadi, Adhie mengombinasikan tiga terapi sekaligus, yakni bekam, herbal, dan kefir. Ia mengonsumsi kefir sebelum makan. Adapun konsumsi herbal setelah makan.

Kembali berfungsi

Selama kurang lebih 1 tahun menempuh tiga jalan penyembuhan itu. Pada 2015 Adhie Lam mengecek kondisi kesehatannya di sebuah rumah sakit di Provinsi Lampung. Dokter yang dahulu mendiagnosis gagal ginjal kini kembali memeriksa Adhie. Setelah memeriksa intens, dokter menyatakan bahwa ginjal Adhie Lam kembali berfungsi. Keruan saja dokter terheran-heran. Sebab, secara medis sulit mengembalikan kondisi itu.

Produsen kefir di Kota Cimahi, Jawa Barat, Teddy Cahya, membenarkan kemampuan kefir membantu mengatasi gagal ginjal. Menurut Teddy “Di dalam tubuh manusia, khususnya di saluran pencernaan dibutuhkan bakteri Oxalobacter formigenes untuk dapat menurunkan konsentrasi oksalat dalam saluran kencing,” ujar Teddy.

Bakteri itu didapatkan melalui konsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik, salah satunya adalah kefir. Bakteri gram negatif itu termasuk ke dalam bakteri asam laktat yang dihasilkan dari fermentasi susu menggunakan kefir. Ketika dikonsumsi, bakteri akan berdiam di saluran cerna. Mereka bekerja mengatur keasaman dan menyeimbangkan konsentrasi kalsium, oksalat, dan asam urat.

Selain fungsi ginjal, daun sirsak kerap dimanfaatkan untuk mengendalikan asam urat dan mampu mengatasi kanker.

Bersamaan dengan kandungan whey kefir yang merupakan cairan elektrolit, kalsium dan oksalat akan lebih mudah dikeluarkan bersamaan dengan keluarnya urine. Dalam jurnal Kefir and HealthA Contemporary Perspective menyebutkan, kefir memiliki sifat antikarsinogenik, antibakteri, antiinflamasi, dan antialergi. Penelitian Guven dan Gulmez pada tahun 2003 menunjukkan kefir lebih baik menghalau senyawa karbon tetraklorida (CCl4) dibandingkan dengan vitamin E.

Karbon tetraklorida adalah senyawa berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat merusak saraf pusat, hati, dan ginjal, bahkan pemicu kanker pada hewan. Kini Adhie Lam dapat kembali beraktivitas. Salah satu pendiri Komunitas Kefir Indonesia itu tidak khawatir akan kesehatannya. Berkat kefir, kondisi kesehatnnya membaik. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)



  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar