Saat Tepat Minum Kefir

Kamis, 04 Januari 2018
Saat Tepat Minum Kefir

Saat tepat minum Kefir...(1)
TULISAN BPK. ANDANG KASRIADI, 1 DESEMBER 2016
DARI FILE KOMUNITAS KEFIR INDONESIA (KKI)

(a) Kefir Prima atau Optima.

Saat perut kosong.

Saat perut kosong (minimal 2 jam sebelum makan, atau minimal 3 jam sesudah makan), Kefir ini tidak tertahan lama di lambung, terus mengalir memasuki usus halus. Saat perut kosong, asam lambung juga belum keluar, sehingga tidak mengganggu kehidupan probiotik. Beberapa nutrisi diserap dan sisanya lanjut menuju usus besar. Bagian yang tersisa ini masih mengandung probiotik yang lengkap dan dalam keadaan masih segar.
Probiotik ini di usus besar akan bekerja mengurai prebiotik yang masih terbawa dan zat-zat sisa penyerapan makanan di usus halus dan mensintesanya menjadi vitamin, enzim dan mengurai menjadi tekstur yang lunak.
Karena itu minum Kefir Prima/Optima saat perut kosong sangat mendukung terbentuknya nutrisi penting serta mengatasi gangguan sembelit.

Sesaat sebelum makan.

Segelas Kefir sebelum makan, akan mempercepat rasa kenyang, sehingga kita bisa mengurangi porsi makan tanpa merasa lapar. Protein dan lemak pada Kefir sebagian akan tercampur dengan makanan yang masuk, sebagian lagi akan langsung masuki usus duodenum dan usus halus dan bekerja sebagai probiotik.
Dengan rasa kenyang yang datang dari Kefir ini, maka program diet bisa berjalan dengan nyaman, sehingga yang ingin lebih langsing perlu minum Kefirnya sesaat sebelum makan.
Kefir juga akan bercampur dengan makanan di lambung dan membantu proses pencernaan, terutama hidrat arang yang terurai lebih sempurna, apalagi bila proses mengunyah tidak dilakukan dengan benar. Efisiensi penyerapan nutrisi akan meningkat, sehingga walaupun makanan dikurangi, penyediaan nutrisi tetap terjamin.
Kefir yang tercampur makanan probiotiknya praktis lenyap karena pada saat bersamaan, terjadi sekresi asam lambung yang bersifat membunuh semua bakteri. Tapi sebagian besar Kefir sudah “jalan” lebih dahulu ke usus halus, sehingga hanya sebagian probiotik saja yang mati.

Sesaat setelah makan.

Semua Kefir yang diminum sesaat setelah makan akan tercampur dengan makanan yang ada di lambung, yang umumnya berada di lambung sekitar 2 jam. Kefir akan bersatu seluruhnya dengan makanan, dan probiotiknya juga akan terpapar asam lambung sehingga bisa semuanya mati dan tidak mencapai usus besar.
Untuk yang pencernaannya kurang bagus, bisa mengakibatkan sembelit, karena probiotik Kefir tidak sempat mencapai usus besar, sehingga tidak mampu membantu penguraian sisa makanan di usus besar.
Namun Kefir ini membantu proses pencernaan di lambung dan usus halus, sehingga proses penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Juga karena diminum setelah makan, tidak mengganggu kapasitas makan, tidak mempercepat rasa kenyang. Karenanya ini baik untuk yang ingin menambah berat badan.
Karena itu, untuk yang punya kecenderungan sembelit, jangan minum Kefir setelah makan, dan perlu dibantu dengan minum air lebih banyak.

Sesaat sebelum tidur.

Minum Kefir sesaat sebelum tidur akan membantu tidur yang berkualitas. Disamping itu, nutrisi Kefir akan lebih optimal digunakan untuk perbaikan sel yang rusak pada saat kita tidur.
Karena itu untuk meningkatkan kebugaran, recovery dari sakit, dan mengatasi gangguan metabolisme, minum Kefir sesaat sebelum tidur adalah pilihan terbaik. Penderita diabetes, hepatitis dan gangguan imun tidak boleh melewatkan saat yang tepat untuknya ini.
Begitupun untuk yang hanya minum Kefir segelas sehari, pilihan minum sebelum tidur merupakan hal yang paling direkomendasikan.
Tidur berkualitas, perbaikan sel yang optimal, dan probiotik bekerja maksimal di usus besar, sehingga pagi-pagi bisa BAB dengan sangat lancar.....

(bersambung).



  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar